Peringatan Hari Air Sedunia di SMP Negeri 2 Kraksaan

By SMP Negeri 2 Kraksaan 22 Mar 2019, 11:36:35 WIB Pendidikan
Peringatan Hari Air Sedunia di SMP Negeri 2 Kraksaan

Hari air sedunia (world water day) diperingati setiap tanggal 22 Maret. Dengan adanya peringatan hari air sedunia, kita diingatkan bahwa persediaan air bersih semakin berkurang padahal jumlah penduduk semakin bertambah. Persediaan air bersih semakin berkurang karena cadangan air tanah berkurang. Cadangan air tanah berkurang karena air hujan tidak masuk ke dalam tanah. Sebaliknya, air hujan langsung mengalir ke parit, selokan, lalu ke sungai dan terus ke laut. Air hujan tidak dapat masuk ke dalam tanah karena tidak ada akar-akar pohon yang dapat menahan air di dalam tanah. Banyak pohon di hutan ditebangi. Lahan-lahan hijau berubah menjadi perumahan, perkantoran, dan kawasan industri. Berkurangnya cadangan air tanah mengakibatkan banyak mata air kering. Sumur-sumur gali pun cepat kering pada musim kemarau. Akibatnya, penduduk di daerah perdesaan kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Hasil panen pun jauh berkurang karena tanaman pangan kekeringan.

Mengingat permasalahan di atas SMP Negeri 2 Kraksaan ikut berpartisipasi  dan memperingati  hari air sedunia, yang pelaksanaannya sebagi berikut :

Hari                        :      Jum’at

Tanggal                 :      22  Maret  2019

Tempat                  :      Di SMP Negeri 2 Kraksaan

Peserta                  :      Siswa / Kader Adiwiyata, guru dan komite

P. Miswagiyanto selaku kepala sekolah SMP Negeri 2 Kraksaan dalam sambutannya  mengatakan ada beberapa hal tindakan yang dapat kita lakukan untuk ikut membantu mengurangi krisis air bersih dengan upaya membentuk karakter siswa berbudaya dalam :

  1. Membiasakan siswa menghemat penggunaan air.
  2. Membuat lubang resapan. Lubang resapan berguna untuk menampung air hujan supaya terserap ke dalam tanah.
  3. Membiasakan siswa menanam pohon supaya akar-akar terserap oleh pohon.

Selanjutnya beliau mengajak melalui peringatan ini,  pemerintah, masyarakat, guru dan siswa ( kelas 7,8, dan 9 ) sebanyak 640 siswa untuk ikut berpartisipasi masalah konservasi air ini.